CILEGON — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) ke-2 Majelis Ulama Kota Cilegon Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus MUI Kota Cilegon untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun langkah dan agenda organisasi ke depan.
Mukerda ke-2 ini diikuti oleh jajaran pengurus MUI Kota Cilegon serta unsur terkait. Walikota diwakili Oleh Asda.I Kapolres Cilegon. Diwakili Oleh Wakapolres, Kepala Kemenag Kota Cilegon, Kepala Kemenhaj Kota Cilegon, Kajari Kota Cilegon. Diwakili Kasie Intel, Ketua Baznas Kota Cilegon, Dandim 0623 Cilegon, Danlanal Banten, Direktur BJB.
Kegiatan tersebut membahas berbagai program dan agenda keumatan yang diharapkan dapat memperkuat peran MUI dalam memberikan pembinaan, pelayanan, serta kontribusi positif bagi masyarakat Kota Cilegon.
Dalam musyawarah tersebut, peserta membahas sejumlah program kerja yang berkaitan dengan bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta penguatan ukhuwah Islamiyah. Evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi.
Ketua MUI Kota Cilegon KH. Zubaidi Ahyani, B.A. dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Mukerda menjadi forum penting untuk menyatukan langkah dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. MUI diharapkan terus hadir memberikan pencerahan dan membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Kota Cilegon.
“Musyawarah kerja daerah ini menjadi bagian penting dalam mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun program ke depan agar keberadaan MUI semakin memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Walikota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi atas peran para ulama. “Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus MUI Kota Cilegon yang secara konsisten terus mengambil peran dalam membina umat, menjaga nilai-nilai keagamaan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh kebersamaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kedekatan pemerintah dan ulama. “Saya ingin hubungan antara Pemerintah Kota Cilegon dengan MUI bukan hanya sebatas hubungan kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi mitra dalam menjaga umat dan membangun Kota Cilegon,” tambahnya, yang kemudian dilanjutkan dengan peresmian pembukaan acara.
Selain membahas program kerja, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara pengurus MUI di berbagai tingkatan. Sinergi dan komunikasi yang baik dinilai diperlukan agar program-program yang dirancang dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui Mukerda ke-2 Tahun 2026, MUI Kota Cilegon diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai mitra masyarakat serta pemerintah dalam bidang keagamaan dan pembangunan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Musyawarah tersebut kemudian menghasilkan sejumlah rumusan dan rekomendasi yang akan menjadi acuan MUI Kota Cilegon dalam melaksanakan program kerja selama periode berikutnya.









